Kuambil segumpal tanah
Yang liat, basah
Kutekan dan kubentuk sesuai inginku
Kubiarkannya mengering diterpa angin
Tanpa kulihat kembali
Kini ia telah mengering
Keras,,, retakan di sana sini
Tanpa sanggup kuubah lagi
Lalu kuambil tanah liat bernyawa
Sebuah hati seorang bocah
Yang masih polos dan suci
Ingin kubentuk dengan sabar
Kuukir dengan ikhlas
Kuhangatkan dengan kasih sayang
Anakku,,, jadilah yang terbaik
Belajarlah selalu
Gapai citamu
Dengan laku santunmu
Cerdas fikirmu
Mulia akhlaqmu
(terinspirasi dari bapak Sukari, guru SD Kandangmas 5)
Tampilkan postingan dengan label Asah Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asah Kata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Juli 2014
Rabu, 01 Februari 2012
Love-Love-Love-
Cinta ini semakin menghujam
Semakin dalam
Menuju relung hati yang terdalam
Tanpa henti
Tanpa lelah
Tanpa kendali
Cinta
Semoga engkau yang terakhir bagiku
Tanpa harus kukecap pahitnya dirimu
Karena tiada penawar untuk itu
Yang kuingin hanyalah kamu
Semakin dalam
Menuju relung hati yang terdalam
Tanpa henti
Tanpa lelah
Tanpa kendali
Cinta
Semoga engkau yang terakhir bagiku
Tanpa harus kukecap pahitnya dirimu
Karena tiada penawar untuk itu
Yang kuingin hanyalah kamu
Minggu, 01 Januari 2012
Bahagiaku...
Tiada setitikpun penyesalan
Dalam relung sukmaku
Bersamamu,,,
Kutemukan kebahagiaanku,,
Dalam relung sukmaku
Bersamamu,,,
Kutemukan kebahagiaanku,,
Ampuni Aku Ya Rabb...
Ku bersimpuh
Dalam keheningan malam
Memecah sunyi
Menghujam gelap
Kulirihkan suaraku
Dengan tatapan sendu
Dalam hati penuh harap
Menahan linangan air mata
Ampuni aku Ya Rabb,,,
Yang bersimbah dosa
Tapi selalu mengulanginya
Tanpa ada rasa sesal
Ampuni aku Ya Rabb
Yang terlalu sombong
Dalam mengharap inginku
Dalam menata anganku
Ampuni aku Ya Rabb
Yang lalai tuk bersyukur
Atas semua nikmatMu
Yang Engkau berikan padaku
Ampuni aku Ya Rabb
Yang selalu mengharap ampunanMu,,
Tuntun aku ke jalan yang benar
Manuju kebahagiaan yang kekal...
Jumat, 18 November 2011
Kauuuuuu
kamu kamu kamuuuuuu
I Love you
Tiga kata itu tak dapat mewakili perasaanku padamu
Perasaan yang begitu indah
Perasaan yang begitu besar
Hingga aku tak mampu mengungkapkannya
Kau bagai nafas bagiku
Yang slalu kubutuhkan setiap waktu
Ketika kau tak ada aku merasa begitu sesak
Tiada terkira
Aku dapat mencintaimu seperti ini
Jangan sakiti aku
Jangan khianati aku
Karena aku tak kuasa menanggung rasa sakit itu
Cinta ini terus tumbuh
Akan kujaga
Hingga aku mati
Senin, 21 Februari 2011
ASAH KATA
Langit masih gelap
Namun langit tampak begitu indah
Bintang-bintang masih menampakkan wajahnya
Ada bintang yang terus berpendar
Bintang pagi seolah menyapaku
Tuk memulai langkahku
Ia tersenyum padaku
Tanpa lelah ia terus berpendar
Kini langit mulai terang
Gradasi langit mulai jelas
Sang surya kan menampakkan wajahnya
Siap tuk hangatkan bumi
Pagi yang indah
Semoga kan terus begini
Awal yang indah
Untuk hari yang indah
Jumat, 13 Agustus 2010
Asah kata_5
Pelita Hidupku
Engkau yang mendekap hangat tubuhku
Engkau yang memancarkan kasih untukku
Engkaulah embun penyejuk hatiku
Engkaulah mentari penghangat jiwaku
Kasihmu tak henti untukku
Tak sanggup kubalas seluruh kasihmu padaku
Walau dengan segenap jiwa dan ragaku
Hingga akhir hembus nafasku
Wahai ibuku
Ingin kusampaikan lantunan syair untukmu
Tentang beningnya cintaku
Kau sungguh tak tergantikan untukku
Asah kata_4
Di balik pintu
Kulihat tatapan matamu
Di balik hati itu
Ada rasa untukku
Tapi... saat ku melihatmu
Kau berpaling dariku
Dalam fikirku
Ada apa denganmu?
Dalam sekejap waktu
Aku telah tahu
Mengapa kau berpaling dariku
Oh... ternyata kau dipanggil temanmu...
Pantas saja...
Hehehe,,,
Asah kata_3
Sapamu, senyummu...
Tak kan pergi dari ingatku...
Tawamu, candamu...
Kan jadi semangat bagiku...
Dia yang mengenalkanku tentang rasa
Indahnya rasa cinta
Meski hanya sekejap saja
Dialah orang yang pertama
Semoga kau bahagia disana
Meraih segala asa
Ku disini hanya bisa berdoa
Semoga kau bahagia
Asah kata_2
Ternyata inilah dia
Yang dulu tampak bagaikan bintang
Yang sinarnya selalu terang
Lagi dan lagi
Kau kecewakan aku lagi
Dengan semua yang ada
Entah keberapa kali
Kau cemburu lagi
Entah berapa kali
Aku kau curigai
Padahal dalam hatiku
Tak terbersit niat tuk khianatimu
Tapi, bila terus seperti itu...
Aku tak tahu...
Sampai kapan ku dapat bertahan...
Asah kata...
Tergetar relung sukmaku
Di setiapku mendengar namamu
Teringatku akan kesalahanku
Yang telah melukai hatimu
Maafkan aku
Yang telah membuka harapan itu
Maafkan aku
Yang telah merampas harapan itu
Aku tahu...
Kau tak akan menoleh lagi ke belakang...
Dan aku tahu...
Aku telah kehilanganmu...
Yang tak terbatas waktu...
Langganan:
Postingan (Atom)
